Penyakit Serangan Jantung

http://obatnyapenyakit.com/obat-tradisional-penyakit-jantung-bengkak/
Jantung merupakan organ berupa oto, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak di dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke dua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek kira-kira 0,4 detik yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impulsseperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja di luar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi otot jantung berirama yang disebut dengan denyut jantung.

Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke bagian otot jantung. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner terblokade selama beberapa saat, entah akibat spasme - mengencangnya nadi koroner - atau akibat penggumpalan darah - thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya dipasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.

Penyebab Terjadinya Serangan Jantung

Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung (pembuluh koroner) Karena timbunan kolesterol berupa plak.

Plak yang retak akan mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah. Akhirnya, penggumpalan darah menghambat pasokan darah dan oksigen ke jantung melalui pembuluh koroner. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya serangan jantung. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner, antara lain :
  1. Merokok,
  2. Diabetes,
  3. Kolesterol tinggi,
  4. Tekanan darah tinggi,
  5. Kebiasaan mengkonsumsi makanan berlemak,
  6. Berat badan berlebih atau obesitas,

Gejala Penyakit Serangan Jantung

Gejala-gejala ini untuk setiap orang biasa berbeda. Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai naiknya asam lambung, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali.

Kondisi Jantung dapat dibagi 4 kategori:
  1. Sehat dapat bekerja berat dan ringan.
  2. Dapat bekerja berat dan kalau sudah kecapaian tidak perlu berhenti melakukan aktivitas, tetapi cukup mengurangi intensitas/beratnya pekerjaan dan kalau sudah merasa fit dalam satu dua menit intensitas kerja dapat ditingkatkan kembali, begitu seterusnya.
  3. Tidak dapat bekerja berat, tapi dapat melakukan pekerjaan ringan sehari-hari, jika kelelahan harus segera menghentikan aktivitas dan istirahat satu dua menit, yang baik dengan berbaring, tetapi jika sedang bejalan, maka istirahat dapat dilakukan dengan diam berdiri saja.
  4. Sudah parah, untuk berjalan beberapa meter saja sudah kepayahan, kadangkala perlu dipapah.

Terdapat 2 kondisi penyumbatan yang menyebabkan agak sulitnya deteksi dini gangguan jantung dengan mengamati kondisi gejala kilinis:
  1. Penyumbatan Koroner, Pembuluh Darah Koroner (Besar) tersumbat sementara dan biasanya menyebakan sakit yang hebat, walaupun mungkin hanya sebentar.
  2. Penyumbatan Pembuluh Darah Kecil (Iskemi), disebabkan oleh Kolesterol dan juga Diabetes dimana penyakit yang terakhir ini menyebabkan kakunya pembuluh darah, sehingga tidak dapat mengalirkan darah secara maksimal, pembuluh darah kecil yang terganggu jumlahnya banyak dan terjadi di seluruh tubuh.
Jika sudah parah, maka Ganguan Jantung dapat dikenali dari Gejala Klinisnya saja, tetapi jika masih ringan dan baru cenderung untuk mengalami gangguan jantung, maka Treadmill Test yang dapat dilakukan di Laboratorium Klinik tertentu di bawah pengawasan Dokter Jantung merupakan salah satu cara untuk mendeteksinya dimana keakuratannya mencapai 85 persen, sedangkan ECG/EKG (Elektro Kardiogram) ketepatannya hanya 15 persen, karena testnya tanpa pembebanan dan elektrodanya juga lebih sedikit daripada Treadmill Test, sehingga tidak dapat mendeteksi gangguan jantung yang masih ringan. Treadmill Test dengan pembebanan akan dapat mendeteksi penyumbatan yang baru sedikit, karena hasil grafik dari tiap elektroda akan dibandingkan dan jika tidak seragam pasti di tempat tersebut ada gangguan. Treadmill Test selain dapat mendeteksi Iskemi juga mendeteksi Gangguan Irama Jantung (Aritmia) dan juga mengetahui tingkat Kebugaran Tubuh Kita, misalnya sering olahraga atau tidak dan olahraga apa saja yang masih bisa dilakukan dan berapa lama. Sayangnya Treadmill Test lima kali lebih mahal daripada EKG, tetapi tidak ada cara lain yang lebih akurat selain Treadmil Test, karena itu dianjurkan untuk mereka yang telah berusia 50 tahun, walaupun tanpa keluhan apapun dan pemeriksaan dapat dilakukan pada yang lebih muda, jika ada riwayat sakit jantung di keluarganya, kolesterol tinggi, diabetes dan hipertensi.

Dipihak lain, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami - rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin napas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih parah yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan. 

Ada beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain:
  • Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
  • Sesak napas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
  • Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
  • Palpitasi (jantung berdebar-debar)
  • Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

Diagnosis Serangan Jantung

Berdasarkan gejala-gejala klinis yang dirasakan pasien ataupun dilihat oleh dokter, seorang dokter dapat membuat perkiraan yang nalar tentang apakah gejala-gejala itu mengisyaratkan serangan jantung atau tidak. Kecurigaannya mungkin diperkuat oleh penampilan si penderita, tingkat tekanan darah dan bunyi detak jantung. Dokter mungkin akan mengirimnya ke pemeriksaan ECG dan uji darah, tetapi bila masih merasakan nyeri, dokter barangkali akan memberi suntikan penghilangrasa nyeri sebelum pemeriksaan itu. Ini karena nyeri yang menakutkan dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung. Nyeri itu juga dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. ECG pertama mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda serangan jantung dan mungkin pemeriksaan itu harus diulang.

Kadang-kadang uji yang kedua pun masih tidak menunjukkan perubahan, dan selama hal ini, diagnosis akan bergantung pada pemeriksaan darah. Sayangnya, Treadmil Test tidak dapat dilakukan pada saat pasien sedang sakit, oleh karena itu Treadmill Test sebaiknya dilakukan sebelum ada gangguan jantung apapun, tetapi dapat dilakukan bagi mereka yang sedang dalam keadaan sehat, walaupun sudah mengalami gangguan jantung dan tidak ada resiko apapun melakukan Treadmill Test, karena pembebanan dilakukan sedikit demi sedikit, dimonitor oleh Dokter Jantung, Mesin Treadmill dapat memberikan alarm, jika terdapat sesuatu yang tidak lazim dan dapat mati sendiri, jika ada parameter kritis yang dilampaui. Jantung, seperti semua sel tubuh lain, mengandung bahan-bahan kimia khusus yang disebut enzim. Ketika sel-sel jantung mengalami kerusakan, enzim-enzim yang dilepaskan beredar bersama aliran darah. Setelah sebuah serangan jantung, kadar sebagian enzim ini langsung naik, tetapi selanjutnya enzim-enzim tersebut lekas mengurai dan karena itu tidak terdeteksi lagi setelah sehari atau dua hari; ada enzim yang baru dilepaskan beberapa jam atau bebera hari kemudian tetap tinggal dalam darah selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.

Kerusakan otot jantung dan sekaligus mengetahui apakah sudah pernah mengalami gangguan jantung dapat dilakukan di Laboratorium Klinik, tetapi tidak dapat mengetahui lokasi kerusakan tersebut, walaupun dapat mengetahui banyaknya kerusakan. Oleh karena itu perlu dilakukan Pemeriksaan Echo (USG oleh Dokter Spesialis Jantung-SpJP) untuk mengetahui lokasi kerusakan otot jantung yang menjadi jaringan parut dan sudah tidak berfungsi lagi.

Obat Tradisional Penyakit Serangan Jantung

PT.H2O Internasional memiliki produk unggulan yang berupa jenis cairan minuman kesehatan multikhasiat yang dikemas dalam botol kaca, terbuat dari ekstrak kulit manggis dan daun sirsak yang dipadukan dengan apel, bunga rosella hitam, dan madu murni 100% tidak menggunakan bahan kimia sedikitpun. Ace Maxs sudah teruji secara klinis dan terdaftar di DEPKES RI P-IRT No.113317506253 yang mana dalam proses pembuatannya menggunakan alat modern terkini dan dikendalikan langsung oleh para ahli yang sudah disiplin ilmu seperti, ilmu kesehatan, teknologi, gizi, makanan dan minuman, dll. Ace Maxs memang sangat cocok untuk dijadikan pengobatan berbagai jenis penyakit salah satunya penyakit serangan jantung ini.

Khasiat Kulit Manggis dan Daun Sirsak

Kulit Manggis mengandung senyawa Xanthone yang kaya akan antioksidan. Antioksidan diperlukan oleh tubuh untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas itu sendiri dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti jantung. Antioksidan berguna membuang racun di dalam tubuh sehingga penyumbatan dapat diatasi, pembuluh darah yang tadinya tersumbat sekarang mulai melebar dan peredaran darah menjadi lancar dengan demikian suplai oksigen akan bertambah ke otot jantung. Jika anda mengkonsumsi Obat Tradisional Serangan Jantung Ace Maxs secara teratur maka dapat menjaga kesehatan jantung dari masalah kardiovaskuler.

Selain itu, Daun Sirsak juga berkhasiat yang sangat baik untuk mengobati penyakit Serangan Jantung, karena pada daun sirsak terdapat kandungan zat gizi yang sangat penting bagi tubuh kita seperti : Fruktosa, lemak, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan vitamin B, serta senyawa golongan tanin, fitosterol, dan alkaloida, serta acetogenins. Kandungan dalam daun sirsak tersebut selain memiliki sifat antikanker dan antitumor juga mampu menyehatkan jantung karena bersifat menurunkan tekanan darah tinggi dan menormalkan aktivitas jantung.

5 Manfaat Utama Obat Herbal Ace Maxs :

  1. Apabila mengkonsumsi ace maxs malam hari akan membuat tidur anda semakin nyenak,
  2. Apabila dikonsumsi pagi hari akan menambah energi dan vitalitas,
  3. Dapat membantu mencegah penuaan dini,
  4. Dapat membantu meningkatkan hormon pria dan wanita,
  5. Ace Maxs dapat menyembuhkan dan mengobati penyakit degeneratif (jantung, kanker, stroke, diabetes, alzheimer, HIV/AIDS) dan berbagai jenis penyakit yang lainnya. Fungsi Pengobatan dan Penyembuhan (Preventive & Curative)

Kisah Nyata Sembuh Dari Penyakit Serangan Jantung Dengan Obat Ace Maxs

Nama      : Mohammad Husni Taher
Usia        : 57 Tahun
Asal        : Jakarta
Profesi    : Pengusaha Hewan Potong
Penyakit : Jantung Berdebar

"Saya menderita penyakit jantung sudah lumayan lama, setelah menjalani perawatan dan sudah minum jantung pula, saya merasa ada perubahan, tetapi tetap saja saya sering dihantui perasaan takut akan terjadi serangan jantung berikutnya. Tiba disuatu hari saya dikenalkan oleh sahabat saya pecinta herbal dengan obat herbal ace maxs. Kata sahabat saya, Obat Herbal Ace Maxs ini sangat bagus untuk penyakit jantung karena secara penelitian kulit manggis sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan sekaligus mengobati penyakit jantung, apalagi kombinasinya dengan daun sirsak. Awalnya saya meragukan Obat Herbal Ace Maxs ini, namun sahabat saya terus meyakini saya untuk minum Obat Herbal Jantung Bengkak Ace Maxs ini, dan pada akhirnya saya minum juga. Setelah saya habiskan 1 botol perubahan mulai dirasakan pada tubuh saya, dan kini tubuh lebih segar, napas lebih plong dan rasa nyeri di dada mulai berkurang. Saya lanjutkan sampai botol ke-6 dan saya tanya ke sahabat saya kalau saya sudah dinyatakan sehat. Setelah itu saya tanya ke sahabat saya, kalau saya sudah dinyatakan sembuh, bagaimana sebaiknya menurutmu, apakah saya minum produk ini selamanya ataukah saya berhenti sementara. Kata teman saya, terserah kamulah, mau lanjut atau berhenti sementara tidak masalah, namun sebaiknya dilanjutkan minumnya, namun dengan dosis yang dikurangi. Oh, ya saya minum 3x sehari sebanyak 35 ml setara 7 sendok makan. Akhirnya saya minum Ace Maxs sampai saat ini dengan 1-2 kali sehari.” Testimoni Ace Maxs